DALAM KAWALAN ALLAH

Senin, 6 November 2017
------------
Bacaan              :   Keluaran 13:17-22
Nats ALkitab    :   Tuhan berjalan di depan mereka.... (Keluaran 13:21)
------------
Ilustrasi dan renungan:
------------
Seorang pemuda keluar dari ruang isolasi sebuah rumah sakit, lalu berjalan mencari udara.
Langkahnya pelan-pelan, tetapi penuh kepastian.
Ibunya menunggu di depannya, mengamati dan mengawasinya kalau-kalau ia membutuhkan bantuan.
Sungguh mengharukan.

Hari ini kita belajar satu bagian firman Tuhan yang merujuk kepada judul perikop : “Allah menuntun umat-Nya”.
Suatu pengajaran firman Tuhan, yang menguatkan setiap orang percaya bahwa hidupnya tidak pernah sendirian, karena ada Tuhan yang selalu menyertai hidupnya.

Pengajaran firman Tuhan hari ini adalah sebagai berikut:

PENGAJARAN PERTAMA.
Tuntunan Allah selalu baik.

Kebanyakan orang selalu berpikir bahwa ketika ada Allah yang menuntun hidup orang percaya, maka semua jalan dipermudah. Semua permasalahan dijauhkan, dan semua hal yang mengganggu ditiadakan.
Mungkin tidak salah kita berpikir yang demikian.
Namun rupanya pengajaran firman Tuhan hari ini menegaskan dalam hidup kita bahwa ketika Tuhan menuntun umat yang dikasihiNYA, maka ternyata tidak membuat semuanya menjadi lebih mudah, membuat semuanya tanpa masalah, dan membuat semua hal menjadi baik-baik saja.
Firman Tuhan pada ayat 13:17-18 menyatakan bahwa:
“Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir. " Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir”.

Bagian firman Tuhan di atas menolong kita untuk mengerti bahwa ternyata tuntunan Allah tidak untuk mempermudah jalan, tidak untuk menghilangkan permasalahan dan kendala hidup, dan tidak pula untuk membuat semua hal menjadi baik-baik saja.
Tuntunan Allah ternyata memberikan dua makna luar biasa dalam hidup orang percaya, umat-umat Allah.
Pertama memastikan orang percaya, umat pilihan Allah dapat mencapai tujuan yang benar, yaitu Tanah Perjanjian, bukan tanah perbudakan.
Kedua, untuk membentuk karakter, yaitu karakter berkualitas rohani tinggi dan kualitas mental tangguh yang siap sedia untuk berperang dan memenangkan peperangan rohani di dunia ini.
Implementasi dalam hidup kita adalah, janganlah merengek, menuntut, menyalahkan dan mungkin meninggalkan Tuhan ketika kita mengalami “jalan memutar” dalam hidup kita. Sebab Allah sedang membentuk karakter bagi kita, dan memastikan bahwa kita memang layak untuk diantar sampai ke “negeri perjanjian” sesuai iman pengharapan kita.

PENGAJARAN KEDUA.
Ingatlah selalu perbuatan Tuhan dalam kehidupan orang percaya.

Banyak orang selalu memenuhi hidupnya dengan protes-protes, tuntutan, rengekan, dan bahkan umpatan kepada Allah karena menganggap Allah ingkar janji, dan tidak mampu membuat sesuatu hal yang baik dalam kehidupannya.
Orang yang berkarakter seperti ini adalah umat Tuhan yang tidak pernah bersyukur dan memahami betapa besarnya kasih Allah yang telah Tuhan lakukan dalam hidupnya.
Mata rohani orang berkarakter seperti ini adalah mata rohani “manja” yang selalu ingin memperoleh yang baik, tidak bersedia menanggung hidup yang benar di hadapan Allah, dan tidak bersedia untuk belajar tentang kebaikan Allah yang selalu dilakukanNYA dalam hidup orang percaya.
Tetapi apabila kita mencermati firman Tuhan pada ayat 19 yang menyatakan bahwa:
“Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak-anak Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: "Allah tentu akan mengindahkan kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini”.

Yang menjadi perhatian kita, bukan tulang-tulang Yusuf, tetapi secara rohani ada spirit luar biasa yang sesungguhnya sedang dibawa Musa untuk bangsa Israel, yaitu spirit kepatuhan kepada Allah yang membawa Yusuf kepada kelimpahan Allah.
“Tulang-tulang Yusuf” mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka harus belajar kepada Yusuf yang selalu mengandalkan Allah, mengutamakan Allah dan kebenarannya, maka Yusuf diantar menuju puncak kekuasaan di Mesir.
Spirit rohani tersebut juga seharusnya memberikan pengajaran luar biasa bagi kita bahwa “tulang-tulang Yusuf” itu pun ada dalam hidup kita sebagai umat kekasih Allah.
Ingat perbuatanNYA, ingat kasihNYA, ingat kebaikanNYA.
Semua yang diperbuatNYA adalah kebaikan bagi kita, ketika kita menerimaNYA dengan ucapan syukur dan meyakini bahwa rencanaNYA baik untuk kita.

PENGAJARAN KETIGA.
Tuhan menyertai kita dimana dan kapan saja.
Menarik apa yang dituliskan Musa dalam ayat 20-22 yang menyatakan bahwa:
“Demikianlah mereka berangkat dari Sukot dan berkemah di Etam, di tepi padang gurun. TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan  untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu”.

Mungkin sulit memberikan pemahaman tentang arti kata “penyertaan Tuhan”.
Namun rupanya apabila kita memperhatikan ayat 20-22 kita akan mempunyai pengertian yang sangat lengkap tentang arti “penyertaan Tuhan”.
Ada tiga kata kunci yang menggambarkan “penyertaan Tuhan”.
Pertama, menuntun.
Menuntun berarti Tuhan akan berjalan di depan kita untuk mengarahkan jalan hidup kita.
Kedua, menerangi.
Menerangi berarti bahwa Tuhan akan menolong kita untuk mengerti jalan-jalan yang tidak terbuka, jalan-jalan yang masih misteri, jalan-jalan yang masih gelap, hal-hal yang mungkin yang tertutup bagi kita, maka Tuhan menolong kita untuk menemukan jalan itu bagi kita.
Tetapi menerangi juga berarti bahwa kita dihindarkan dari jalan “gelap” yang tidak dikehendaki Tuhan.
Ketiga, tidak beralih.
Luar biasa kata “tidak beralih”.
Artinya bahwa penyertaan Tuhan, perlindungan dan kasih Tuhan, tidak akan pernah berpindah dari kehidupan kita dalam keadaan apapun.
Ketika keadaan berubah, dan kita merasa ditinggalkan Tuhan, ingat sesungguhnya bukan Tuhan yang meninggalkan kita. Tetapi kitalah yang justru sedang meninggalkan Tuhan, dan mungkin juga terdapat pembatas besar yang sedang membentengi hubungan kita dengan Allah, antara lain dosa.
------------
Renungan pribadi:
------------
Apakah kita merasakan bahwa kita sedang ditinggalkan Allah?
Ataukah kita sedang merasa bahwa kita sedang berjuang sendirian?
Ingatlah penyertaan dan pengawalan Tuhan dalam hidup kita.
Bangsa Israel mendapatkan pengawalan saat keluar dari perbudakan di Mesir dan berjalan ke tanah perjanjian. Walaupun terasa berat karena dituntun melalui jalan lain (ayat 17), Allah membawa mereka berjalan jauh bukanlah untuk meninggalkan mereka, tetapi agar menyadarkan mereka akan penyertaan-Nya.
Pada siang hari Dia menudungi mereka dengan tiang awan dan pada malam hari Dia menaungi mereka dengan tiang api.
Nyatalah, perjalanan Musa dan bangsa Israel berada di bawah bimbingan ilahi.
Walaupun terkenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk, Allah tidak melepaskan pandangan-Nya sedikit pun dari bangsa Israel. Kemuliaan-Nya menyinari mereka, firman-Nya memandu perjalanan mereka, Roh-Nya mengasihi mereka, dan pemeliharaan-Nya menghidupkan mereka.
Walaupun tak dapat melihat Allah yang kudus, mereka dapat merasakan bahwa Dia berjalan di depan untuk memastikan jalan yang akan mereka lewati itu aman.
Pada masa kini, Allah masih mengawal perjalanan Anda dan saya.
Sebelum berjalan, kiranya kita merasakan kekuatan perlindungan dan kawalan-Nya lewat tuntunan firman-Nya.
Izinkan Dia berbicara dan, seperti bangsa Israel, kiranya kita mengizinkan Allah berjalan lebih dulu di depan kita.
Karena Dia yang Mahakudus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh. 14:6).
------------
Y E S/www.renunganharian.net
------------
Selamat beraktifitas.
Tetap semangat di dalam Tuhan.  Tetap teguh menjalankan firman Tuhan.
Dan teruslah berdoa untuk berkat dan perlindungan dalam hidup kita, sama seperti Yabes yang telah berdoa demikian, sebagaimana tertulis dalam Kitab 1 Tawarikh pasal 4 ayat 10, yang demikian bunyinya:
Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!".   Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.
Sukses dalam hidup kita di hari ini.
Tuhan Yesus memberkati.
Amin.
----------
Kata mutiara hari ini:
IZINKAN ALLAH BERJALAN DI DEPAN KITA,  AGAR PERJALANAN KITA AMAN SENTOSA.
----------

Comments

Popular posts from this blog

BERTUMBUH DALAM PERSEKUTUAN

CARA TUHAN MENYELAMATKAN

KEBENARAN YANG MENYELAMATKAN