CUKUPKANLAH DIRIMU
Jum'at, 06 Juli 2018
-------------
Bacaan Firman Tuhan : Ibrani 13:1-6
Nats Alkitab : Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
(Ibrani 13:5)
-------------
Ilustrasi dan renungan :
-------------
Pada zaman sekarang orang tidak lagi hanya hidup untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan dan tempat tinggal. Kita tergiur dan mengingini barang mewah karena merasa gengsi dengan orang lain. Padahal, barang itu bukanlah kebutuhan yang mendesak. Tidak jarang, untuk memuaskan keinginan tersebut, kita memaksakan diri tanpa mempertimbangkan penghasilan yang ada. Akibatnya, lebih besar pasak dari pada tiang.
Hari ini kita belajar satu bagian firman Tuhan yang merujuk kepada satu judul perikop : “Nasihat dan doa selamat”.
Suatu bagian firman Tuhan yang mengajarkan kepada kita tentang kekudusan, dan hidup dalam kecukupan.
Pengajaran firman Tuhan hari ini adalah sebagai berikut:
PENGAJARAN PERTAMA.
Jangan menjadi hamba uang.
Uang adalah sarana untuk memperoleh kebutuhan bagi kehidupan, sehingga setiap orang membutuhkan uang. Namun firman Tuhan mengatakan bahwa seharusnya kebutuhan kita akan uang tidak menjadikan kita menjadi hamba uang. Firman Tuhan dalam ayat 5 a menyatakan bahwa : “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu”. Lebih lanjut tentang hamba uang, dinyatakan dalam Kitab 1 Timotius 6:10 yang menyatakan bahwa : “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”.
Kata “Hamba uang” (“aphilarguros”) berarti tidak tamak, tidak mencintai uang, tidak serakah.Sedangkan “memburu uang”( “oregomai”), berarti memberi diri untuk mencintai uang, untuk menggenggam dan mementingkan uang, sehingga meregangkan diri dari segala sesuatu.
Berdasarkan pengertian di atas, maka mengumpulkan uang, mencari uang, bahkan dapat menjadi kaya bukanlah merupakan kesalahan. Tetapi apabila kehidupan kita lalu menjadi tamak, serakah, dan kemudian mulai mementingkan dan segala kebutuhan jasmani sehingga merenggangkan hubungan kita dengan Tuhan, dengan sesama, dengan saudara karena yang paling penting adalah uang, maka kita telah membuat kesalahan besar di hadapan Tuhan.
Satu batasan agar kita tidak melakukan pelanggaran di hadapan Allah, adalah mengingat kata “cukup”. Firman Tuhan katakan secara tegas, “cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu” (ay. 5 a).
Kata “cukup” (“arkeo”) berarti mempunyai kekuatan hati untuk menangkis hal-hal yang tidak perlu sehingga dapat mencukupkan diri dan menjadi puas.
Mengapa kita harus belajar untuk tidak menjadi hamba uang dan mampu mencukupkan diri dalam segala sesuatu?
Firman Tuhan pada Kitab Ibrani pasal 13 merupakan nasihat yang dituliskan setelah peringatan mengenai kedursilaan (ay. 4). Keserakahan dan kedursilaan merupakan kejahatan yang sangat erat dan saling berhubungan. Ketika seseorang menjadi hamba uang, dan selalu berorientasi kepada kelimpahan harta dan kemewahan serta keinginan yang tak henti-hentinya akan kekayaan maka hal itu membuka peluang untuk terjerumus dalam dosa-dosa seksual. Oleh Karenanya nasihat Rasul Paulus kepada Timotius menyatakan bahwa seorang yang memburu uang akan “menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka” ( I Timotius 6:10).
Janganlah uang menggantikan posisi Tuhan dalam hidup kita, karena kita adalah hamba Tuhan dan “bukan hamba uang.” Uang adalah media bagi kita untuk memperoleh berkat-berkat duniawi bagi kehidupan kita. Tetapi berkat yang utama adalah kasih karunia Allah, keselamatan, dan kesempatan bagi kita untuk menghambakan dan menundukkan diri sebagai pelayan di hadapanNYA yang tidak mungkin dapat diukur dengan nilai uang.
PENGAJARAN KEDUA.
Jangan khawatir Tuhan menyertai kita.
Firman Tuhan pada ayat 5 b menyatakan bahwa : “Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Firman Tuhan ini adalah jaminan bagi setiap orang percaya untuk tidak mengkhawatirkan hidupnya, dan jangan sekali-kali mendewakan “uang” dalam hidup kita, sehingga kita menjadi hamba uang.
Orang percaya mempunyai jaminan yang sangat penting dan berharga lebih dari sekedar uang yang terbatas dan dapat berakibat buruk. Tuhan adalah jaminan terpenting yang kita butuhkan dalam hidup kita.
Jaminan Tuhan yang terutama adalah karena DIA tidak akan “membiarkan kita”, dan DIA tidak akan “meninggalkan kita”. Karena DIA tidak akan membiarkan kita dan meninggalkan kita, maka Tuhan menunjukkan bahwa Tuhanlah sesungguhnya yang menjadi pegangan dan sumber berkat dalam hidup kita.
Kata “sekali-sekali tidak akan membiarkan engkau” (“aniemi”) berarti Tuhanlah yang sanggup meredakan badai hidup, menenangkan diri kita, dan memberkan damai sejahtera karena DIA tidak akan mengirim kita kembali kepada keburukan, DIA tidak melonggarkan pegangan bagi hidup kita, dan DIA tidak akan pergi meninggalkan dan membiarkan kita jatuh atau tenggelam. Ada pengharapan yang indah, janji dan solusi yang Tuhan dapat lakukan dalam hidup kita.
Kata “tidak akan meninggalkan kita”( “egkataleipo”) berarti bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan atau membuat kita berakhir dalam kondisi buruk, tidak berdaya, dalam kekeringan dan kematian, tetapi DIA akan memberikan kekuatan untuk memulihkan dan membalikkan kondisi kita sehingga menjadi lebih baik.
Jaminan Tuhan atas hidup kita sedemikian tegas dan pasti ketika kita menghadapi permasalahan dunia ini. Jaminan Tuhan untuk tidak membiarkan kita dan tidak akan meninggalkan kita dapat menjadi suatu kenyataan apabila kita mau melihat kepada Tuhan, dan tidak “melirik” kepada jaminan-jaminan fana yang ditawarkan dunia ini, yang tampaknya begitu mempesona. Tuhanlah satu-satunya jaminan dalam hidup kita, dan janganlah kita meletakkan tumpuan hidup kita pada “uang” yang dapat menjerat kita kepada dosa dan berbagai pelanggaran firman Tuhan.
PENGAJARAN KETIGA.
Keyakinan bahwa Tuhan penolong.
Firman Tuhan pada ayat 6 menyatakan bahwa : “Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"
Firman Tuhan di atas mengajarkan kepada kita bahwa satu-satunya yang dapat meyakinkan kita sebagai penolong kita hanyalah Tuhan. Manusia dengan segala kekuasaan, jabatan, kewenangan, dan berbagai kemampuan yang dimilikinya, tidak akan mampu menjadi penolong bagi hidup kita.
Tuhan penolong (=boethos=) berarti Tuhan berempati terhadap tangisan kita, berkuasa untuk mengangkat tangisan, rasa sakit, penderitaan, beban permasalahan kita karena DIA mempunyai kekuatan untuk bertindak dan menyuarakan permohonan kita kepada Allah Bapa di sorga.
Luar biasa pertolongan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan mempunyai kasih dan empati Tuhan kepada kita. Tuhan berkuasa untuk mengangkat semua tangisan, rasa sakit, penderitaan, beban permasalahan dalam hidup kita. Tuhan berkuasa untuk bertindak untuk kebaikan dan masa depan kita. Tuhan juga sanggup menyuarakan keterkabulan doa kita kepada Allah Bapa di sorga.
Ketika kita mengetahui betapa dahsyatnya arti Tuhan sebagai penolong dalam hidup kita, masihkah kita meragukan kehadiran dan pertolonganNYA?
Jangan pernah andalkan diri kita, manusia, atau kuasa apapun di dalam hidup kita, selain Tuhan itu sendiri. Sebab telah nyatalah kuasa Tuhan sebagai pribadi yang memberikan keyakinan dalam hidup kita bahwa DIAlah satu-satunya penolong dalam hidup kita. Tiada solusi, tiada jalan, tiada pertolongan yang benar, dan kekal di luar DIA, Tuhan kita Yesus Kristus.
-------------
Renungan Pribadi:
-------------
Bagaimanakah dengan hidup kita?
Apakah kita masih mengejar dan mengagungkan harta dan jaminan duniawi menjadi bagian terpenting dalam hidup kita?
Uang menjadi sumber utama untuk memuaskan keinginan mata atau keinginan duniawi lainnya. “Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu”—berarti kita sepatutnya bertindak bijaksana dan tepat dalam menggunakan uang atau berkat yang sudah diterima. Kita memprioritaskan kebutuhan hidup dan menomorduakan keinginan. Tuhan Yesus dalam Doa Bapa Kami mengajarkan, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” Kata “secukupnya” menunjuk pada kecukupan seseorang dalam hal yang diperlukan atau dibutuhkan dan pengawasan terhadap keinginannya. Kecukupan juga menandakan keyakinan yang positif bahwa Allah telah mencukupi keperluan kita.
Tuhan berjanji tidak akan pernah membiarkan dan meninggalkan kita, tangan kasih-Nya akan selalu menolong. Marilah kita mencukupkan diri dengan apa yang sudah kita terima atau kita miliki. Janganlah hidup kita diperhamba oleh keinginan mata.
Firman Tuhan memberikan keyakinan dalam hidup kita bahwa DIAlah satu-satunya penolong dalam hidup kita. Tiada solusi, tiada jalan, tiada pertolongan yang benar, dan kekal di luar DIA, Tuhan kita Yesus Kristus.
-------------
EY/www.renunganharian.net
-------------
Selamat beraktifitas, dan berkarya. Tetap semangat di dalam Tuhan. Tetap teguh menjalankan firman Tuhan. Dan teruslah berdoa untuk berkat dan perlindungan dalam hidup kita, sama seperti Yabes yang telah berdoa demikian, sebagaimana tertulis dalam Kitab 1 Tawarikh pasal 4 ayat 10, yang demikian bunyinya:
Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!". Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.
Sukses dalam hidup kita di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
-------------
Kata mutiara hari ini :
TUHAN AKAN MENCUKUPKAN SETIAP KEBUTUHAN KITA, BUKAN KEINGINAN KITA
Comments
Post a Comment